Showing posts with label Brownies. Show all posts
Showing posts with label Brownies. Show all posts

Tuesday, December 26, 2017

Resep Fudgy Cocoa Brownies

Yay, mulai tergerak buat update blog lagi. Karena apa hayooo? Hahaha.

Dulu itu, duluuu saat masih rajin update blog, aku punya proyek yang ku beri nama the ordinary project. Yang rencananya di project tersebut aku akan nyobain beberapa resep dari Bunda Nadhifa, the owner of Just Ordinary Kitchen. Tapi ternyata projectnya terlupakan. Hehe.

Kemaren the Ricke update resep cocoa brownies di Instagram. Jadi pengen nyobain lagi resep-resep the Ricke. Semoga ada kesempatan. Untuk saat ini, nyobain resep yang paling anyar aja dulu. Ini diaaaa, resep brownies yang hanya menggunakan coklat bubuk, tanpa coklat batang sama sekali tapi rasanya nyoklaaaat pisan dan wuenak pool.

Kebayang gak nyoklatnya? :D


Terima Kasih resepnya, the Ricke keceee.

FUDGY COCOA BROWNIES
Sumber: @Rickindriani_ordinarykitchen
Oleh: @Dan_Azed

BAHAN:
100 gram mentega
50 gram minyak sayur
75 gram coklat bubuk (gunakan coklat bubuk yang berkualitas)

Saturday, June 1, 2013

Brownies Kukus Mekar Ny. Liem

Brownies Kukus Mekar
By Mbak Sashy (Sumber: Resep Andalan Ny. Liem, Cake & Brownies Kukus Fantastis)


Bahan  A:

  • 400 gr gula tepung
  • 200 gr telur (sekitar 4 butir)
  • 320 cc air
  • 1/2 sdt vanilla cream  (saya pakai vanilla essens)
Bahan B:

  • 400 gr tepung terigu 
  • 50 gr cacao powder
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt baking powder
Bahan C:
  • 20 gr cake emulsifier
Bahan D:
  • 50 gr chocolate chip  ( saya ganti dengan coklat serut :))

Cara Membuat : 


  1. Kocok bahan A kurang lebih selama 5 menit dengan kecepatan maksimum.
  2. Masukkan bahan B, kocok selama 1 menit. pakai kecepatan rendah supaya tepungnya ngk berterbangan.
  3. Masukkan bahan C, kocok lagi kurang lebih selama 5 menit. pada tahap ini pakai kecepatan tinggi.
  4. Tambahkan bahan D, aduk hingga rata.
  5. Siapkan cetakan bolu kukus alasi dengan kertas atau cup bolkus, tuangkan adonan sampai penuh
  6. Kukus selama kurang lebih 16 menit dengan api besar.

Tuesday, May 7, 2013

Brownies Pisang

Kebanyakan teman-teman food blogger mbikin cake yang menggunakan pisang saat punya pisang yang sudah terlalu matang sehingga kalau dibiarkan akan berakhir menjadi pisang busuk padahal beli pisangnya rada-rada mahal. :D. Wah, kasihan sekali teman-teman. Andai saya bisa mengirimkan pisang lewat internet, dah saya bagi-bagi tuh ke teman-teman dan mbak-mbak IDFB. Kenapa? Apakah saya punya cukup uang untuk membeli pisang untuk semua sahabat dunia maya? Jawabannya, tidak saudara-saudara. Bahkan kalau disuruh beli pisang untuk saya sendiri, saya bakal pikir-pikir dua kali mbelinya jika memang harga pisang mahal. Nah, alasannya adalah, Alhamdulillah saya punya banyak pohon pisang. Ada pohon, tentu insyaAllah ada buahnya. Hehe, #berteletele. #tabok

Hal yang paling harus saya syukuri adalah, pohon pisang yang berbuah itu letaknya di sebelah kamar saya. Ihihihi, coba bayangkan betapa bosannya sukanya saya dengan pisang. Kan, yang namanya pisang, sebelum pohon induknya mati dia sudah mempersiapkan tunas barunya, kan? Jadi, sejak saya SD, kalau buka jendela pasti selalu disambut pohon pisang. Maka, prosesi membuka jendela akan menjadi lebih indah dan menenangkan saat salah satu pohon pisang berbuah. ^_^

Mungkin karena stok pisang yang melimpah, saya tidak begitu sumringah dan ngiler saat melihat resep masakan yang berbahan pisang. (Lho, harusnya sebaliknya, ya.) Tapi, kalau pisangnya dicampur keadonan coklat, ah ini cerita lain. Saya harus coba, saudara-saudara. Sebelumnya, sudah pernah dicoba Rich n Moist chocolate Banana Cake yang Alhamdulillah nikmat. Keberhasilan proses, hasil serta rasa Banana cake itu bikin saya termotivasi untuk browsing-browsing resep pisang lagi. Nah, syukurlah saya berteman dengan mbak-mbak yang jago masak dan punya ide-ide brilliant untuk kreasi dapurnya. Jadi, pas mbak Citra Ummu Fatima posting tentang Brownies Pisang, hari itu juga saya langsung coba eksekusi di dapur Azed Culinary. Alhamdulillah enak. Nyaaam. Syukron jazakillah resepnya, Ummi… :)

Oia, di resep aslinya, Ummu Fatima menggunakan tepung ketan+maizena karena memang Ummunya Fatima senang sama yang gluten free. Mungkin karena sedang hamil ya, mbak? Berhubung saya nggak punya tepung ketan dan nggak sedang hamil, jadi nggak masalah mbikinnya pakai tepung terigu. Awalnya saya pikir tetap harus menggunakan maizena, tapi setelah konsul ke Mbak Citra, baru deh dapat solusinya. Kalau teman-teman berminat sama resep-resep yang gluten free ataupun no food addictive, di blognya Mbak Citra banyak tuh. Tafadhol dikunjungi.







Brownies Pisang
By: Dan Azed (Source: Ummu Fatima)


Bahan :

100 ml minyak sayur 

120 gr dark cooking chocolate (DCC) , potong kecil2



2 btr telur

80 gr gula pasir 



100 gr tepung terigu

200 gr pisang cavendish atau pisang ambon (yang sudah dikupas kulitnya), lumatkan 

25 gr coklat bubuk



Taburan :

kacang tanah yang sudah digoreng/oven, tumbuk kasar (skip coz gak mau repot :D)



Cara membuat :



1. Panaskan oven 180 deg C

2. Panaskan minyak sayur sebentar, masukkan DCC, aduk rata hingga DCC leleh. Biarkan hingga dingin. (Note dr Ummi: panaskan minyaknya sebentar aja, klo terlalu panas, DCC nya bisa mringkil2)

3. Campur tepung beras, maizena dan coklat bubuk, ayak, sisihkan.

4. Mixer telur dan gula dengan kecepatan tinggi hingga mengembang (tidak perlu sampai kental). Kecilkan kecepatan mikser menjadi 1, lalu tambahkan campuran tepung dan coklat bubuk. Aduk hingga rata (asal rata).
5. Masukkan pisang, aduk kembali hingga rata.

6. Selanjutnya masukkan masukkan campuran DCC dan minyak sayur. Aduk kembali hingga rata.

7. Tuang di loyang persegi 18 cm yang sudah dioles margarin/minyak, taburi kacang tanah tumbuk.

8. Oven hingga matang dengan suhu 180 derajat selama 25-30 menit atau hingga matang.



       Betul deh kata Ummi, rasa n tekstur brownies ini bikin surprise. Enak Enak Enak. :D 
         Busway, eh maksudnya by the way, saya baru ingat kalau resep ini saya bakar menggunakan double pan, makanya jadi tipis begitu. (Rada hangus juga sih, soalnya ini pertama kalinya baking pakai double pan 8), jadi belum tahu harusnya dibakar berapa menit dan dengan api gimana :D)

Friday, April 12, 2013

BRONKETEM (BROWNIES KUKUS KETAN ITEM)



Lagi panik dan dilema banget. So, nggak ada cerita untuk postingan yang ini. Yang jelas kuenya enak dan a must try gitu dah. Postingan ini termasuk ke dalam kategori Target 2013 Azed Culinary dan The Ordinary Project karena memang lagi-lagi saya pakai resepnya mbak Ricke. Thanks a lot, mbak... :)


Fotonya 1 aja dulu, ntar insyaAllah ditambah :)


 
BRONKETEM (BROWNIES KUKUS KETAN ITEM)

 by Ricke 'Bunda Nadhifa' Indriani

Bahan:
6 butir telur
200 gram gula pasir
1 sdt emulsifier
1/4 sdt garam
1 sdt vanilla

2 sdm susu kental manis

250 gram tepung ketan hitam
20 gram coklat bubuk, diayak
---> Campur jadi satu

100 gram dark cooking chocolate, cincang
200 gram minyak goreng atau mentega dilelehkan

Coklat meisyes (rice chocolate) secukupnya untuk filling

Cara membuat:
1. Panaskan kukusan.
2. Lelehkan dark cooking chocolate. Masukkan minyak goreng. Aduk rata. Dinginkan.
3. Kocok telur, gula pasir, emulsifier dan garam dengan mixer kecepatan tinggi sampai mengembang, kental dan berjejak. Masukkan vanilla, kocok rata. Masukkan susu kental manis. Kocok rata.
4. Masukkan campuran tepung ketan hitam dan coklat bubuk sedikit demi sedikit bertahap sambil dikocok dg mixer kecepatan rendah sampai merata.
5. Masukkan campuran dark cooking chocolate dan minyak goreng/mentega cair. Aduk balik dg spatula hingga rata dan homogen.
6. Bagi 2 adonan. Tuang 1/2 bagian adonan ke dalam loyang ukuran 20x20x7 cm yg telah diolesi margarin dan dialasi kertas roti. Kukus 10 menit dg api sedang.
7. Taburi coklat meisyes. Tuang kembali 1/2 bagian sisa adonan. Kukus kembali 20-25 menit hingga matang.
8. Angkat dan langsung keluarkan dari loyang. Biarkan dingin. Potong-potong dan sajikan.

Selamat mencoba ^__^


Wednesday, December 26, 2012

Resep Super Fudgy Brownies

     Kan ceritanya cerita dapur yang saya ceritakan untuk teman-teman yang suka baca cerita dibalik proses eksekusi resep sudah saya posting di sini. Nah, pasti ada yang kecewa, udah capek baca panjang-panjang ternyata kagak ada resepnya, hehe, maapken yaaak. Ni dia nih resepnya. Seperti yang saya ceritakan, resep ini dicontek dari blog Bundanya Nadhifa. Thanks, Mbak Ricke...






Super Fudgy Brownies

Bahan:
120 gram unsalted butter
130 gram terigu protein sedang/all purpose flour
30 gram coklat bubuk
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt garam
225 gram dark cooking chocolate, cincang
250 gram gula pasir halus (gula kastor)
3 butir telur

Taburan (optional):
Almond slice/kenari cincang/chocolate chips, keju, dll

Cara membuat:
1. Panaskan oven 180'C. Olesi loyang dengan mentega. Sisihkan.
2. Campur dan ayak terigu, coklat bubuk, baking powder dan garam. Sisihkan.
3. Lelehkan butter. Masukkan dark cooking chocolate. Aduk-aduk hingga coklat meleleh dan tercampur rata dan licin. Angkat.
4. Masukkan gula pasir halus. Aduk rata dengan whisker hingga gula terlihat menyatu dengan coklat. Masukkan telur. Aduk rata kembali hingga rata dan lembut. Masukkan campuran terigu. Aduk rata hanya sampai tepung sudah merata dan tidak terlihat lagi. Jangan diaduk terlalu lama!
5. Tuang ke dalam loyang. Ratakan permukaannya. Beri taburan kacang-kacangan dan chocolate chips bila suka. Panggang dalam oven sampai matang sekitar 50 menit. Test sentuh permukaan bagian tengahnya sudah kokoh bila ditekan dan akan terbentuk lapisan 'shiny crust' khas brownies. Test tusuk bila perlu.
6. Keluarkan dari oven. Diamkan sekitar 30 menit dalam loyang. Potong-potong sesuai selera.




Friday, November 23, 2012

Super Fudgy Brownies


Alhamdulillah… resep kedua yang dicomot dari blog Mbak Ricke berhasil. Super fudgy brownies. Yuummmm….extremely mantabbbszzz… hehe.




       Rencana awal bikinnya pakai loyang besar saja, tapi pas ke TBK dan lihat loyang bownies yg 20x10 jadi pengen beli. So, rencana diganti. Resep tetap akan dieksekusi secara utuh tapi adonannya dibagi 2. Yang pertama untuk loyang 20x10, karena belinya cuma satu, dan yang kedua dibagi2 ke dalam loyang cupcake. Sip dah, rencana yang okeh punya. Kebetulan udah beli loyang cupcake sejak sebelum lebaran haji tapi belum pernah digunakan. Hee… Loyang yag saya maksud adalah cetakan bolu kukus, entahlah, apa iya itu bisa disebut loyang atau tidak. Saya udah cari loyang cupcake seperti kepunyaan mbak-mbak blogger tapi kagak ada di Payakumbuh. Besok deh, coba cari di Padang.

            Pas nuang adonan ke loyang brownies, Alhamdulillah lancaar… tapi…pas ngurusin cupcakenya, agak sedikit bikin kesal karna salah presepsi. Saya kita tu adonan bakal mudah aja masuk piping bag, eh ternyata karna dia udah kental banget jadi belepotan, aarrgghh… lumayan menguji kesabaran, mana udah azan magrib lagi. Ya sud, kebut-kebutan saja naruhnya di loyang cupcake yg udah dialasai papercup. Hasilnya, ya lumayan belepotan juga.





            Mau bagaimanapun proses pembuatan sebuah masakan, tetap saja hasil akhir yang menentukan. Nah, cupcake masak duluan daripada brownies-nya. Hot…masih panas, tapi teringat tulisan mbak Ricke tentang menikmati cupcake yang masih panas saat sarapan. Walaupun udah malam, saya termakan rayuan mama ikut menikmati cupcake dalam keadaan hangat. MasyaAllah…rasanya luar biasa. Mama aja yang gak suka banget sama coklat bilang enak. Saya coba lagi gigitan berikutnya, subhanallah…memang benar-benar enak. Sueer dah. Hehe. Adik-adik, eehhh…jangan ditanya. Jadi mo-mo lagi tuh mereka. Bahkan kak Ayu, master chef keluarga kami yang kebetulan berkunjung bilang browniesnya enak banget. Yup, pakai banget.

            Memang, yang namanya super fudgy brownies seperti sudah ditakdirkan Allah jadi kue yang enak. Namanya aja super fudgy, ya iyalah. Bedanya dengan brownies lain kayaknya terletak pada jumlah coklatnya yang banyak banget. Sebatang bowk… kasian banget food blogger yang mantan mahasiswa seperti saya ini. Betewe, ini bukan kali pertama saya bikin brownies dengan coklat 225gram. Dulu waktu masih unyu2 lumayan sering bikin pake resep dari Dita, sahabat di SMA. Sayang, resepnya dicatat di kertas selembar. Tak tau sekarang dimana rimbanya.

Nah, buat teman-teman yang pengen coba, silahkan cek resepnya di postingan berikutnya. Hihi.



Payakumbuh, 4 November 2012

21.10pm.